Penjelasan dan animasi tentang Lumut kerak pelajaran biologin (byPustekom).
Klik disini untuk mendownload : Lumut Kerak
Selengkapnya...
Jamur atau fungi pada umumnya memiliki ciri sebagai berikut:
1. Eukariotik (memiliki membran sel inti/ karioteka)
2. Tidak berklorofil, sehingga tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)
3. Ada yang uniseluler (terdiri dari 1 sel saja)
4. Ada yang uniseluler dan multiseluler. Yang multiseluler (bersel banyak) tubuhnya tersusun atas hifa (benang halus) dan menjalin menjadi miselium (kumpulan hifa) yang berfungsi menyerap makanan
5. Hifa ada yang bersekat dan tidak bersekat. Pada yang bersekat, ada yang berinti satu dan berinti banyak. Pada yang tidak bersekat, apabila berinti banyak, disebut senositik
6. Dinding selnya terdiri dari zat kitin
7. Jamur uniseluler berkembang biak dengan spora aseksual.
8. Jamur multiseluler berkembang biak dengan zoospora, endospora, klamidiospora, fragementasi, tunas, dan konidia (aseksual). Secara seksual dengan konjugasi dan menghasilkan spora generatif.
9. Hidup pada tempat lembab, mengandung zat organik, sedikit asam, dan kurang cahaya matahari
10. Pencernaan berlangsung diluar tubuh dengan enzim untuk menyederhanakan makanan sebelum diserap jamur
11. Struktur umum jamur terdiri dari hifa yang tumbuh ke atas (sporangiofor) yang dapat membentuk tubuh buah dan terdapat kotak spora (sporangium) yang berisi spora perkembangbiakan. Hifa yang mendatar disebut stolon
Klasifikasi Jamur
Jamur, menurut cara reproduksi dan bentuk tubuhnya, terdiri dari 5 divisi, namun yang biasa dipakai adalah 4 jenis saja. Berikut adalah jenisnya:
Zygomycota
Zygomycota adalah jamur yang disebut demikian karena reproduksinya menghasilkan zigot. Cirinya adalah sebagai berikut:
1. Hifanya tidak bersekat
2. Intinya haploid
3. Berbentuk benang hifa yang umumnya bersekat
4. Multiseluler
5. Bersifat senositik
Cara reproduksi:
1. Seksual (Generatif)
Terjadi dalam 5 tahap, yaitu:
a. Hifa talus(+) dan talus(-) saling berdekatan karena aktivitas hormon. Di ujung benang hifa tumbuh gametangium yang mengandung banyak inti haploid (n)
b. Dinding gametangium pecah dan terjadi persatuan inti diploid (2n) yang disebut zigospora
c. Zigospora menebal dan berwarna hitam. Inti diploid yang tumbuh hanya satu. Zigospora akan beristirahat (masa dorman)
d. Setelah beristirahat, inti haploid mengalami pembelahan mitosis menjadi inti spora
e. Jika sporangium matang, kadar air (gerak higroskopis) akan membuat kotak spora pecah dan sporanya tersebar membentuk miselium baru
2. Aseksual (Vegetatif)
Pada miselium tumbuh cabang yang ujungnya memiliki kotak spora yang menggembung. Kotak spora tersebut akan pecah dan spora aseksualnya akan jatuh dan membentuk miselium baru
Contoh-contoh Zygomycota:
1. Rhyzopus Oryzae
2. R. nigricans
3. R. stolonifer
4. Mucor mucedo
Ascomycota
Ascomycota diberi nama demikian karena ia bereproduksi menggunakan askus sebagai alatnya. Jenis ini memiliki paling banyak jenis dibandingkan yang lainnya dan banyak dipakai di industry makanan. Cirinya adalah sebagai berikut:
1. Hifa bersekat dan senositik
2. Bersifat saprofit, parasit, atau bersimbiosis
3. Alat reproduksi disebut askus
4. Uniseluler dan multiseluler
Cara reproduksinya adalah sebagai berikut:
1. Seksual (Generatif)
Menggunakan askus yang menghasilkan askospora
2. Aseksual (Vegetatif)
Tunas pada yang uniseluler (Saccharomyces) dan spora aseksual / konidia pada yang multiseluler
Jenis-jenisnya:
1. Saccharomyces cereviceae
2. Saccharomyces tuac
3. Saccharomyces ellipsoids
4. Aspergillus oryzae
5. A. wentii
6. A. niger
7. A. flavus
8. A. fumigatus
9. A. oryzae
10. Penicillium notatum
11. P. chrysogenum
12. P. camemberti
13. P. requeforti
14. Trichoderma
15. Xyloria tabacina
16. Neurospora sitophila & N. crassa
Pada jenis ini, beberapa contohnya adalah dari Famili Aspergillus, dan beberapa lainnya ada di Deuteromycota, karena belum ditemukan cara reproduksinya.
Basidiomycota
Basidiomycota adalah jamur yang disebut demikian karena memiliki alat reproduksi yang disebut basidiokarp. Cirinya adalah sebagai berikut:
1. Hifa bersekat
2. Bersifat saprofit atau parasit
3. Dapat berbentuk lembaran atau bertudung
4. Tubuh buahnya disebut basidiokarp dengan tudungnya yang disebut basidium, yang mengandung basidiospora
Cara reproduksi:
1. Seksual (Generatif)
Pada tudung jamur akan diproduksi spora generatif. Lalu, intinya akan menyatu menjadi diploid. Setelah itu, inti dari jamur ini akan menjadi empat dengan meiosis. Setelah itu, bungkusnya yang disebut sterigma akan pecah dan basidiospora akan jatuh ke tanah. Di tanah, ia akan membentuk miselium primer yang dikariotik dan memiliki ciri seksual. Miselium tersebut akan menyatu dan membentuk miselium sekunder yang dikariotik, dan dari sana akan dibentuk jamur yang baru.
2. Aseksual (Vegetatif)
Reproduksi vegetatif dengan konidia, kuncup, dan fragmentasi miselium.
Contoh Basidiomycota:
1. Volvariella volvaceae
2. Auricularia polytricha & Auricula auricula
3. Pleurotus
4. Amanita phalloides
5. Amanita caesarina
6. Puccinia graminis
7. Corticium salmonella
8. Ustilago maydis
9. Ganoderma aplanatum & Polyporus ginganteus
10. Agaricus campetris
Deuteromycota
Deuteromycota adalah jamur yang disebut fungi imperfecti (jamur tidak sempurna) karena tidak diketahui reproduksi seksualnya. Jamur ini multiseluler dengan hifa bersekat dan bereproduksi vegetatif dengan konidiospora. Hidup jamur ini bersifat saprofit atau parasit.
Jenisnya adalah
1. Epidermophyton floccosum
2. Microsporium audoini, Trychophyton, dan Epiderophyton
3. Scelothium rolfsii
4. Helmintrosporium oryzae
5. Malassezia furfur
6. Fusarium
Pada jenis ini, beberapa contohnya adalah dari Famili Aspergillus, dan beberapa lainnya ada di Ascomycota, karena sudah ditemukan cara reproduksinya.
Pemanfaatan Jamur dan Pengaruhnya Dalam Kehidupan Manusia
Jamur berpengaruh dalam kehidupan manusia seperti:
1. Zygomycota
a. Rhizopus oryzae, untuk membuat tempe
b. Rhizopus nigricans, menghasilkan asam fumarat yang digunakan dalam industri makanan dan pembuatan polyester
c. Rhizopus stolonifer, jamur hitam yang membusukkan roti
d. Mucor mucedo, saprofit pada kotoran hewan dan sisa makanan yang beracun
2. Ascomycota
a. Saccharomyces cereviceae, ragi untuk membuat roti
b. Saccharomyces tuac, untuk mengubah nira menjadi tuak
c. Saccharomyces ellipsoids, untuk fermentasi anggur
d. Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum, untuk antibiotik
e. Penicillium camemberti dan Penicillium requeforti, untuk mengharumkan keju
f. Aspergillus wentii, untuk membuat kecap
g. A. oryzae, untuk membuat sake
h. A. niger, untuk menjernihkan sari buah
i. A. flavus, menghasilkan racun aflatoksin yang sangat mematikan
j. A. fumigatus, menghasilkan penyakit paru-paru pada burung dan manusia
k. Trichoderma, menjadi sumber protein tinggi (SPT)
l. Xyloria tabacina, parasit pada petai cina
m. Neurospora crassa & N. sitophilia, untuk membuat tape
3. Basidiomycota
a. Volvariella volvacea, jamur merang dapat dimakan
b. Auricularia auricula & A. polytricha, jamur kuping dapat dimakan
c. Agaritus campetris, kampegnon dapat dimakan
d. Pleurotes, jamur kayu dapat dikonsumsi
e. Ganoderma aplanatum (jamur akar merah) dan Polyporus gingaetum (jamur papan), dapat dijadikan bahan obat-obatan
f. Amanita caesarina, dapat dimakan
g. Amanita phalloides & amanita muscarina, hidup pada kotoran ternak, mengeluarkan racun muscarin yang menyebabkan kematian
h. Puccinia graminis, jamur api yang parasit pada graminae, memiliki spora merah seperti api. Disebut juga jamur karat karena meninggalkan bercak seperti karat
i. Ustilago maydis, jamur parasit pada jagung dan tebu. Tidak bertubuh buah
j. Corticium salmonella, jamur upas menyerang batang karet, jeruk, dan melinjo
4. Deuteromycota
a. Microsporum audodini, Trychophyton, dan Epiderophyton, penyebab kurap dan ketombe (kurap di kepala)
b. Epidermophyton floccosum, penyebab penyakit kaki atlet
c. Sclothium rolfsii, penyebab penyakit busuk pada tanaman
d. Helmintrosporium oryzae, perusak kecambah dan buah
e. Malassezia furfur, penyebab panu
f. Fusarium, menyerang tanaman kentang, tomat, pisang, dan tembakau
Simbiosis Jamur
Jamur dapat bersimbiosis dengan jenis lain. Contohnya adalah lichenes (lumut kerak) dan mikoriza
Lichenes (lumut kerak)
Lichenes (dibaca liken) adalah contoh simbiosis mutualisme antara jamur dengan ganggang. Umumnya, yang bersimbiosis adalah Basidiomycota atau Ascomycota, dengan Cyanophyta(Ganggang hijau biru) atau Chlorophyta (Ganggang hijau). Lichenes dapat ditemukan menempel pada batuan. Lichenes mengeluarkan enzim untuk menghancurkan batuan, seperti terlihat di Candi Borobudur. Lichenes bertubuh talus, yaitu tidak berbatang dan berdaun. Reproduksinya aseksual saja dengan fragmentasi dan alat yang disebut soredia.
Cara kerjanya adalah dengan jamur mendapata bahan organic dari ganggang yang dapat berfotosintesis itu. Sementara, ganggang itu mendapat air dan mineral yang didapat jamur dan perlindungan dari kekeringan. Sebenarnya, cara kerja pastinya tidak benar-benar diketahui. Yang disebutkan adalah gambaran kasar saja.
Lichenes memiliki manfaat dalam kehidupan manusia, yaitu sebagai vegetasi perintis penghijauan dan sebagai indicator pencemaran udara. Karena ketahanan jamur, maka lichenes dapat hidup pada daerah yang kering sekalipun. Dari sana, ia akan memberi jalan bagi tumbuhan lain untuk berkembang biak. Sifat lichenes yang peka terhadap polusi juga dimanfaatkan. Apabila dalam suatu kejadian terjadi kematian lichenes dalam jumlah besar, maka tingkat pencemaran udara telah amat tinggi.
Contoh lichenes:
1. Parmelia acetabulum, berbentuk lembaran hijau abu-abu di pohon
2. Graphis, berbentuk coretan pada pohon
3. Usnea (lumut janggut), menggantung seperti rambut dari kulit pohon. Bahan obat TBC.
4. Cladonia rangifera, hidup di salju. Makanan rusa kutub
5. Roselia tinctoria, indikator asam basa. Bahan kertas lakmus
6. Centraria islandica, bahan obat-obatan
Mikoriza
Mikoriza disebut juga jamur akar. Jamur ini bersimbiosis pada akar tumbuhan tingkat tinggi. Jenis jamur yang dapat bersimbiosis adalah zygomycota, ascomycota, dan basidiomycota. Mikoriza berbentuk seperti serabut tambahan akar, dengan hifa yang masuk ke dalam akar. Terdapat tiga jenis mikoriza, yaitu ektomikoriza, endomikoriza, dan endektomikoriza. Pada ektomikoriza, hifa menemb sampai kulit luar (epidermis) saja. Dapat dilihat pada pinus. Di endomikoriza, hifa menembus sampai ke korteks. Contohnya ada di tanaman anggrek, kol, dan polong-polongan.
Mikoriza bermanfaat untuk membantu proses penyerapan air dan mineral oleh akar, melindungi akar dari kekeringan, melindungi akar dari infeksi jamur lain, dan merangsang pertumbuhan tanaman melalui hormon yang dihasilkan oleh hifa jamur.
1. Adaptasi (adaptation) adalah ciri apapun (morfologis, fisiologis, dan
perilaku) yang memungkinkan organisme bisa lebih sesuai untuk bertahan
hidup dan bereproduksi dalam lingkungan tertentu.
2. Asam nukleat (nucleic acid) adalah sebuah molekul yang terdiri dari
banyak nukleotida nukleotida berbentuk seperti rantai. Tiap nukleotidanya
terdiri dari satu gula ribosa (untuk RNA) atau deoksiribosa(untuk DNA),
satu gugus fosfat, dan salah satu dari basa-basa nitrogen berikut ini:
adenin, guanin, sitosin, timin atau urasil.
3. Asam Ribonukleat (ribonucleic acid/RNA) adalah sebuah molekul yang
terdiri dari banyak nukleotida nukleotida berbentuk seperti rantai. Tiap
nukleotidanya terdiri dari satu gula ribosa (untuk RNA), satu gugus
fosfat, dan salah satu dari basa-basa nitrogen berikut ini: adenin,
guanin, sitosin, urasil.
4. Autoradiograf (autoradiograph) adalah foto yang menunjukkan posisi zat
berlabel radioaktif, misalnya dalam sel atau dalam gel elektroforesis.
5. Autosom (autosome) adalah kromosom (dalam inti sel) yang bukan
merupakan kromosom seks.
Kalau pada manusia, autosom itu adalah kromosom2 selain kromosom x dan y.
Pada organisme diploid, autosom tampil dalam pasangan homolog. Sebagai
contohnya pada kromosom2 pada genom manusia. Manusia punya 23 pasang
kromosom (berarti totalnya 46 buah kromosom). Tiap pasangan identik,
dalam arti mengandung lokus-lokus atau tempat-tempat gen yang sama.
Umpama bila gen yang menentukan produksi laktase seseorang ada di
pasangan kromosom 1, pada lokus ke 9, maka pada kromosom pasangannya,
pada lokus ke 9, ada juga tempat yang dapat diisi dengan gen penghasil
laktase tersebut. Kombinasi jenis gen/alel yang menempati satu lokus di
satu kromosom dengan alel yang menempati lokus pasangannya di kromosom
pasangannya, akan menentukan sifat manusianya, apakah akan menghasilkan
laktase apa tidak.
Kalau pada kromosom sex / bukan autosom, ada kalanya kromosom y tidak
mempunyai lokus pasangan untuk lokus kromosom x, dengan demikian maka
sekalipun di lokus kromosom x akan mengandung alel botak yang resesif,
karena di kromosom y nya tidak ada lokus untuk menaruh alel berambut,
maka alel yang resesif itu langsung terekspresikan.
6. Badan kutub (polar body) adalah Produk meiosis seluler haploid yang
tidak fungsional, selain oosit.
7. Bakteri (bacterium) adalah mikroorganisme bersel tunggal yang tidak memiliki inti sel sejati.
8. Blastokist (blastocyst) adalah embrio mamalia saat memasuki dinding uterus.
9. Blastomer (blastomere) adalah salah satu sel hasil pembuahan sel telur di tahap awal.
10.Blastula adalah bola sel berongga yang dihasilkan dari pembelahan sel tahap awal pada perkembangan embrio.
11.Ciri poligenik (polygenic trait) adalah ciri fenotipe yang dipengaruhi beberapa gen.
12. Delesi (deletion) adalah lenyapnya sepotong materi genetik dari kromosom.
13. Diploid adalah kondisi umum sel somatik, dimana terdapat dua duplikat tiap kromosom. Lihat juga haploid.
14.DNA egois (selfish DNA) adalah DNA yang menunukkan perilaku mengabadikan diri tanpa memberi keuntungan bagi organisme.
15.DNA komplementer (complementary DNA/cDNA) adalah DNA yang dihasilkan dari cetakan RNA melalui proses transkripsi balik.
16.DNA-ligase adalah suatu enzim yang mengatalisasi penyambungan ujung-ujung molekuler fragmen-fragmen DNA.
17.DNA Rekombinan (recombinant DNA) adalah molekul DNA baru yang muncul dari rekombinasi genetika.
18.Dominan (dominance) adalah kondisi genetis, dimana satu alel pada individu diploid heterozigot terekspresi secara penuh pada fenotipe.
19.Duplikasi (duplication) adalah peristiwa genetis yang umumnya disebabkan meiosis abnormal, dimana gen atau bagian kromosom membentuk duplikat kedua lewat beberapa mekanisme sekuler.
20.Efek Lyon (Lyon effect) adalah ketidak aktifan salah satu dari dua kromosom X dalam tiap sel somatik mamalia betina.
21.Ekson (exon) segmen penyandi suatu gen. Maksudnya, dari keseluruhan DNA, ekson adalah bagian DNA yang benar-benar memiliki fungsi biologis yang jelas, yaitu untuk menyandi protein, membuat enzim dan lain-lain.
22.Elektroforesis (electrophoresis) adalah pergerakan molekul-molekul muatan listrik seperti protein atau asam nukleat melalui media bantuan (pati, agarosa, atau gen akrilamida) yang dialiri listrik.
23.Embrio (embryo) adalah organisme dalam tahap awal (pada manusia, biasanya hingga kelahiran berumur 3 bulan).
24.Enzim (enzyme) adalah suatu protein yang mengkatalisasi suatu reaksi kimia tertentu.
25.Enzim Restriksi (restriction enzyme) adalah Enzim yang dihasilkan oleh bakteri yang membelah molekul DNA asing pada situs rekognisi oligonukleotida tertentu. Enzim restriksi digunakan secara luas dalam teknologi DNA rekombinan.
26.Epigenetika (epigenetics) adalah keseluruhan mekanisme, jalur perkembangan, dan pengaruh sosial serta lingkungan lainnya yang digunakan genom untuk membentuk ciri organisme.
27.Epistasis adalah situasi genetis dimana dua gen atau lebih saling mempengaruhi dalam menghasilkan fenotipe.
28.Eugenika (eugenics) adalah ideologi atau politik yang berupaya memperbaiki masyarakat manusia dengan mengubah komposisi genetisnya.
29.Eukariot (eukaryote) adalah organisme yang kromosomnya terdapat dalam inti sel sejati yang terbungkus membran sel.
30.Eusosial (eusocial) adalah sistem sosial, seperti pada lebah, tawon, dan semut, yang ditandai dengan kerja sama dalam memelihara anak dan pembagian kerja reproduktif, dimana individu yang steril bekerja membantu individu reproduktif dalam satu koloni.
31.Evolusi (evolution) adalah perubahan komposisi genetis populasi seiring waktu.
32.Expressed sequence tag (EST) adalah bagian sekuens penyandi suatu gen yang diidentifikasi dari RNA dutanya.
33.Fenokopi (phenocopy) adalah Kondisi fenotipe bentukan lingkungan menyerupai efek yang ditimbulkan susunan genetis.
34.Fenotip (phenotype) adalah segala ciri organisme pada tingkat apa pun yang bisa diamati, mulai dari molekuler dan fisiologis hingga morfologi keseluruhan.
35.Fetus adalah organisme pada tahap perkembangan menengah dalam rahim (pada manusia dimulai sekitar bulan ketiga kehamilan).
36.Filogeni (phylogeny) adalah hubungan kekerabatan evolusioner (sejarah percabangan garis keturunan) suatu kelompok organisme atau spesies.
37.Fosil (fossil) adalah sisa atau jejak makhluk hidup yang telah mati.
38.Fragmen restriksi (restriction fragment) adalah segmen DNA linear yang dihasilkan dari pembelahan segmen yang lebih panjang dari enzim restriksi.
39.Gamet (gamete) adalah sel kelamin (telur atau sperma) reproduktif yang matang.
40.Gametogenesis adalah rangkaian pembelahan sekuler tertentu yang menuju ke produksi gamet.
41.Gastrula adalah tahap perkembangan embrio, ketika berbentuk mangkuk dengan dua lapisan sel.
42.Gen (gene) adalah satuan dasar pewarisan sifat, biasanya dalam bentuk sekuens nukleotida yang memerinci produksi suatu polipeptida atau produk fungsional lainnya, seperti RNA ribosom, namun bisa juga ditujukan pada rentang DNA yang fungsinya tidak diketahui.
43.Gen Homeotik (homeotic gene) adalah suatu gen yang mengendalkan keseluruhan rancang bangun tubuh organisme dengan memengaruhi nasib kelompok-kelompok sel dalam perkembangan.
44.Gen pelompat (jumping gene) sama dengan transposable element, adalah sekelompok sekuens DNA yang bisa berpindah dari situs kromosom tertentu ke situs lainnya, sering kali secara replikatif.
45.Gen Pengatur (regulatory gene) adalah gen yang memiliki kendali operasional atas ekspresi gen lain.
46.Genealogi (genealogy) adalah catatan garis keturunan dari leluhur melalui suatu silsilah.
47.Genokopi (genocopy) adalah kondisi fenotipik berdasar genetis yang menyerupai efek yang biasanya ditimbulkan oleh lingkungan.
48.Genom (genome) adalah susunan genetis lengkap suatu organisme; bisa juga berarti kumpulan DNA tertentu, seperti genom mitokondria.
49.Genotip (genotype) adalah susunan genetis suatu individu organisme yang merujuk pada satu gen atau sekumpulan gen. Lihat juga fenotip.
50.Guanin (guanine) adalah salah satu dari keempat basa organik yang biasanya menyusun DNA.
51.Haploid adalah suatu kondisi yang biasa pada sel nutfah, yang membawa satu duplikat tiap kromosom. Artinya kromosomnya tidak berpasangan seperti pada kromosom manusia yang terdiri dari 23 pasang.
52.Hemizigot (hemizygous) adalah gen yang ada dalam dosis tunggal, misalnya gen terkait seks dalam seks heterogamet.
53.Hereditas (heredity) adalah pewarisan gen; fenomena penurunan materi genetik dalam keluarga, dari satu generasi ke generasi berikutnya.
54.Hermaprodit (hermaphrodite) kondisi ketika suatu individu menunjukkan perkembangan testis dan ovarium.
55.Heteroplasmi (heteroplasmy) kehadiran dua genotip sitoplasma yang berbeda atau lebih secara bersamaan (seperti pada mtDNA) dalam suatu sel atau individu.
56.Heterosis adalah kondisi ketika heterozigot punya kesesuaian genetis lebih tinggi ketimbang homozigot.
57.Heterozigot (heterozygote) adalah organisme diploid yang memiliki dua alel berbeda pada gen tertentu. Apabila sama, namanya homozigot.
58.Hibridisasi DNA/DNA (DNA/DNA hybridization) adalah sekelompok prosedur laboratorium, dimana satu untai polinukleotida tunggal menarik dan mengikat untai tunggal komplementer yang homolog.
59.Homeoboks (homeobox) adalah sekuens DNA tertentu yang mengatur pola diferensiasi morfologis selama perkembangan organisme.
60.Homologi (homology) adalah kesamaan struktur yang disebabkan pewarisan dari leluhur bersama; bisa merujuk pada ciri struktural apa pun, mulai dari sekuens DNA hingga ciri morfologi.
Selengkapnya...
1. Adaptasi (adaptation) adalah ciri apapun (morfologis, fisiologis, dan
perilaku) yang memungkinkan organisme bisa lebih sesuai untuk bertahan
hidup dan bereproduksi dalam lingkungan tertentu.
2. Asam nukleat (nucleic acid) adalah sebuah molekul yang terdiri dari
banyak nukleotida nukleotida berbentuk seperti rantai. Tiap nukleotidanya
terdiri dari satu gula ribosa (untuk RNA) atau deoksiribosa(untuk DNA),
satu gugus fosfat, dan salah satu dari basa-basa nitrogen berikut ini:
adenin, guanin, sitosin, timin atau urasil.
3. Asam Ribonukleat (ribonucleic acid/RNA) adalah sebuah molekul yang
terdiri dari banyak nukleotida nukleotida berbentuk seperti rantai. Tiap
nukleotidanya terdiri dari satu gula ribosa (untuk RNA), satu gugus
fosfat, dan salah satu dari basa-basa nitrogen berikut ini: adenin,
guanin, sitosin, urasil.
4. Autoradiograf (autoradiograph) adalah foto yang menunjukkan posisi zat
berlabel radioaktif, misalnya dalam sel atau dalam gel elektroforesis.
5. Autosom (autosome) adalah kromosom (dalam inti sel) yang bukan
merupakan kromosom seks.
Kalau pada manusia, autosom itu adalah kromosom2 selain kromosom x dan y.
Pada organisme diploid, autosom tampil dalam pasangan homolog. Sebagai
contohnya pada kromosom2 pada genom manusia. Manusia punya 23 pasang
kromosom (berarti totalnya 46 buah kromosom). Tiap pasangan identik,
dalam arti mengandung lokus-lokus atau tempat-tempat gen yang sama.
Umpama bila gen yang menentukan produksi laktase seseorang ada di
pasangan kromosom 1, pada lokus ke 9, maka pada kromosom pasangannya,
pada lokus ke 9, ada juga tempat yang dapat diisi dengan gen penghasil
laktase tersebut. Kombinasi jenis gen/alel yang menempati satu lokus di
satu kromosom dengan alel yang menempati lokus pasangannya di kromosom
pasangannya, akan menentukan sifat manusianya, apakah akan menghasilkan
laktase apa tidak.
Kalau pada kromosom sex / bukan autosom, ada kalanya kromosom y tidak
mempunyai lokus pasangan untuk lokus kromosom x, dengan demikian maka
sekalipun di lokus kromosom x akan mengandung alel botak yang resesif,
karena di kromosom y nya tidak ada lokus untuk menaruh alel berambut,
maka alel yang resesif itu langsung terekspresikan.
6. Badan kutub (polar body) adalah Produk meiosis seluler haploid yang
tidak fungsional, selain oosit.
7. Bakteri (bacterium) adalah mikroorganisme bersel tunggal yang tidak memiliki inti sel sejati.
8. Blastokist (blastocyst) adalah embrio mamalia saat memasuki dinding uterus.
9. Blastomer (blastomere) adalah salah satu sel hasil pembuahan sel telur di tahap awal.
10.Blastula adalah bola sel berongga yang dihasilkan dari pembelahan sel tahap awal pada perkembangan embrio.
11.Ciri poligenik (polygenic trait) adalah ciri fenotipe yang dipengaruhi beberapa gen.
12. Delesi (deletion) adalah lenyapnya sepotong materi genetik dari kromosom.
13. Diploid adalah kondisi umum sel somatik, dimana terdapat dua duplikat tiap kromosom. Lihat juga haploid.
14.DNA egois (selfish DNA) adalah DNA yang menunukkan perilaku mengabadikan diri tanpa memberi keuntungan bagi organisme.
15.DNA komplementer (complementary DNA/cDNA) adalah DNA yang dihasilkan dari cetakan RNA melalui proses transkripsi balik.
16.DNA-ligase adalah suatu enzim yang mengatalisasi penyambungan ujung-ujung molekuler fragmen-fragmen DNA.
17.DNA Rekombinan (recombinant DNA) adalah molekul DNA baru yang muncul dari rekombinasi genetika.
18.Dominan (dominance) adalah kondisi genetis, dimana satu alel pada individu diploid heterozigot terekspresi secara penuh pada fenotipe.
19.Duplikasi (duplication) adalah peristiwa genetis yang umumnya disebabkan meiosis abnormal, dimana gen atau bagian kromosom membentuk duplikat kedua lewat beberapa mekanisme sekuler.
20.Efek Lyon (Lyon effect) adalah ketidak aktifan salah satu dari dua kromosom X dalam tiap sel somatik mamalia betina.
21.Ekson (exon) segmen penyandi suatu gen. Maksudnya, dari keseluruhan DNA, ekson adalah bagian DNA yang benar-benar memiliki fungsi biologis yang jelas, yaitu untuk menyandi protein, membuat enzim dan lain-lain.
22.Elektroforesis (electrophoresis) adalah pergerakan molekul-molekul muatan listrik seperti protein atau asam nukleat melalui media bantuan (pati, agarosa, atau gen akrilamida) yang dialiri listrik.
23.Embrio (embryo) adalah organisme dalam tahap awal (pada manusia, biasanya hingga kelahiran berumur 3 bulan).
24.Enzim (enzyme) adalah suatu protein yang mengkatalisasi suatu reaksi kimia tertentu.
25.Enzim Restriksi (restriction enzyme) adalah Enzim yang dihasilkan oleh bakteri yang membelah molekul DNA asing pada situs rekognisi oligonukleotida tertentu. Enzim restriksi digunakan secara luas dalam teknologi DNA rekombinan.
26.Epigenetika (epigenetics) adalah keseluruhan mekanisme, jalur perkembangan, dan pengaruh sosial serta lingkungan lainnya yang digunakan genom untuk membentuk ciri organisme.
27.Epistasis adalah situasi genetis dimana dua gen atau lebih saling mempengaruhi dalam menghasilkan fenotipe.
28.Eugenika (eugenics) adalah ideologi atau politik yang berupaya memperbaiki masyarakat manusia dengan mengubah komposisi genetisnya.
29.Eukariot (eukaryote) adalah organisme yang kromosomnya terdapat dalam inti sel sejati yang terbungkus membran sel.
30.Eusosial (eusocial) adalah sistem sosial, seperti pada lebah, tawon, dan semut, yang ditandai dengan kerja sama dalam memelihara anak dan pembagian kerja reproduktif, dimana individu yang steril bekerja membantu individu reproduktif dalam satu koloni.
31.Evolusi (evolution) adalah perubahan komposisi genetis populasi seiring waktu.
32.Expressed sequence tag (EST) adalah bagian sekuens penyandi suatu gen yang diidentifikasi dari RNA dutanya.
33.Fenokopi (phenocopy) adalah Kondisi fenotipe bentukan lingkungan menyerupai efek yang ditimbulkan susunan genetis.
34.Fenotip (phenotype) adalah segala ciri organisme pada tingkat apa pun yang bisa diamati, mulai dari molekuler dan fisiologis hingga morfologi keseluruhan.
35.Fetus adalah organisme pada tahap perkembangan menengah dalam rahim (pada manusia dimulai sekitar bulan ketiga kehamilan).
36.Filogeni (phylogeny) adalah hubungan kekerabatan evolusioner (sejarah percabangan garis keturunan) suatu kelompok organisme atau spesies.
37.Fosil (fossil) adalah sisa atau jejak makhluk hidup yang telah mati.
38.Fragmen restriksi (restriction fragment) adalah segmen DNA linear yang dihasilkan dari pembelahan segmen yang lebih panjang dari enzim restriksi.
39.Gamet (gamete) adalah sel kelamin (telur atau sperma) reproduktif yang matang.
40.Gametogenesis adalah rangkaian pembelahan sekuler tertentu yang menuju ke produksi gamet.
41.Gastrula adalah tahap perkembangan embrio, ketika berbentuk mangkuk dengan dua lapisan sel.
42.Gen (gene) adalah satuan dasar pewarisan sifat, biasanya dalam bentuk sekuens nukleotida yang memerinci produksi suatu polipeptida atau produk fungsional lainnya, seperti RNA ribosom, namun bisa juga ditujukan pada rentang DNA yang fungsinya tidak diketahui.
43.Gen Homeotik (homeotic gene) adalah suatu gen yang mengendalkan keseluruhan rancang bangun tubuh organisme dengan memengaruhi nasib kelompok-kelompok sel dalam perkembangan.
44.Gen pelompat (jumping gene) sama dengan transposable element, adalah sekelompok sekuens DNA yang bisa berpindah dari situs kromosom tertentu ke situs lainnya, sering kali secara replikatif.
45.Gen Pengatur (regulatory gene) adalah gen yang memiliki kendali operasional atas ekspresi gen lain.
46.Genealogi (genealogy) adalah catatan garis keturunan dari leluhur melalui suatu silsilah.
47.Genokopi (genocopy) adalah kondisi fenotipik berdasar genetis yang menyerupai efek yang biasanya ditimbulkan oleh lingkungan.
48.Genom (genome) adalah susunan genetis lengkap suatu organisme; bisa juga berarti kumpulan DNA tertentu, seperti genom mitokondria.
49.Genotip (genotype) adalah susunan genetis suatu individu organisme yang merujuk pada satu gen atau sekumpulan gen. Lihat juga fenotip.
50.Guanin (guanine) adalah salah satu dari keempat basa organik yang biasanya menyusun DNA.
51.Haploid adalah suatu kondisi yang biasa pada sel nutfah, yang membawa satu duplikat tiap kromosom. Artinya kromosomnya tidak berpasangan seperti pada kromosom manusia yang terdiri dari 23 pasang.
52.Hemizigot (hemizygous) adalah gen yang ada dalam dosis tunggal, misalnya gen terkait seks dalam seks heterogamet.
53.Hereditas (heredity) adalah pewarisan gen; fenomena penurunan materi genetik dalam keluarga, dari satu generasi ke generasi berikutnya.
54.Hermaprodit (hermaphrodite) kondisi ketika suatu individu menunjukkan perkembangan testis dan ovarium.
55.Heteroplasmi (heteroplasmy) kehadiran dua genotip sitoplasma yang berbeda atau lebih secara bersamaan (seperti pada mtDNA) dalam suatu sel atau individu.
56.Heterosis adalah kondisi ketika heterozigot punya kesesuaian genetis lebih tinggi ketimbang homozigot.
57.Heterozigot (heterozygote) adalah organisme diploid yang memiliki dua alel berbeda pada gen tertentu. Apabila sama, namanya homozigot.
58.Hibridisasi DNA/DNA (DNA/DNA hybridization) adalah sekelompok prosedur laboratorium, dimana satu untai polinukleotida tunggal menarik dan mengikat untai tunggal komplementer yang homolog.
59.Homeoboks (homeobox) adalah sekuens DNA tertentu yang mengatur pola diferensiasi morfologis selama perkembangan organisme.
60.Homologi (homology) adalah kesamaan struktur yang disebabkan pewarisan dari leluhur bersama; bisa merujuk pada ciri struktural apa pun, mulai dari sekuens DNA hingga ciri morfologi.
Selengkapnya...
Berisi tentang penjelasan dan gambar serta bagian-bagian tentang otak (byPustekom). Klik disini untuk mendownload : Otak
Selengkapnya...











